Semarang Akan Stop Bangun Hotel Bintang 4 Tahun Depan

Semarang Akan Stop Bangun Hotel Bintang 4 Tahun Depan

Pembangunan hotel bintang 4 akan diberhentikan tahun 2019 di Semarang. Hal ini dikarenakan jumlah hotel bintang 4 dinilai telah melebihi dari kebutuhan kota tersebut, disisi lain – hotel bintang 5 di Semarang mengalami masa-masa sulit dan sulit berkembang lantaran Semarang didominasi oleh hotel-hotel bintang 5 kebawah.

Rencanan pemberhentian izin pembangunan hotel bintang 4 tahun 2019 menurut Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah, Benk Mintosih adalah demi menyeimbangkan iklim persaingan industri perhotelan yang ada di kota tersebut.

Benk Mintosih mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi mengenai hal ini, dan wacana 2019 untuk pemberhentian pembangunan hotel bintang 4 pun hanya menunggu putusan resmi dari pemerintah kota Semarang.

Dikutip dari viva.co.id, Mintosih mengatakan bahwa Walikota Semarang telah merekomendasikan tahun depan hotel bintang 4 tak lagi dibangun di kota tersebut.

Tahun depan sudah harus melakukan moratorium hotel bintang empat. Pak Wali juga sudah menyarankan bintang empat berhenti dibangun di Semarang,” pungkas Mintosih.

Stop pembangunan hotel bintang 4, dorong pembangunan hotel bintang 5

Pihak PHRI berharap, pemberhentian pembangunan hotel bintang 4 di Semarang akan membuat iklim persaingan bisnis hotel di kota tersebut kembali bergairah. Untuk itu, pihak PHRI turut mendorong pembangunan hotel bintang 5 di Semarang guna mengangkat geliat pertumbuhan bisnis hotel bintang 5 yang saat ini berjalan stagnan.

Saat ini, menurut PHRI – di Semarang terdapat 35 hotel bintang 4, 20 lebih hotel bintang 3. Jumlah hotel bintang 4 saat ini menurut PHRI telah melebihi dari batas kebutuhan umum untuk kota tersebut. Hotel bintang 5 di Semarang sendiri saat ini hanya terdapat 5 hotel.

Jumlah hotel bintang 5 ini menurut Mintosih masih jauh dari kata cukup, hal ini dikarenakan Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi. Sebagai Ibu Kota Provinsi, seharusnya hotel bintang 5 di Semarang melebihi jumlah tersebut untuk dapat menumbuhkan iklim persaingan industri hotel di kota ini.

PHRI juga menyarankan pemerintah kota Semarang untuk memperluas pangsa pasar untuk menggaet para wisatawan backpaker terlebih saat ini Semarang semakin ramai dikunjungi oleh banyak orang sebagai salah satu pilihan wisata.