Kala Bisnis Hotel Terganggu Usaha Kos-kosan Harian

Dunia perhotelan Tanah Air memang terus menunjukkan kemajuan, meskipun begitu – kemajuan dari dunia industri perhotelan ternyata tidak terlalu tinggi. Meskipun Badan Pusat Statistik(BPS) menunjukkan tingkat okupansi yang cukup tinggi yaitu berada diangka 60 persenenan pada kuartall III, tetapi jumlah ini terbilang masih belum terlalu tinggi.

Menurut Maulana Yusran, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) – promosi yang terus dilakukan oleh pemerintah untuk menggenjot wisatawan tidak terlalu berdampak pada industri perhotelan. Usut punya usut, ternyata penyebab melambannya industri perhotelan Tanah Air tidak terlepas dari menjamurnya tren kos-kosan yang disewakan harian.

Kos-kosan harian ini membuat pertumbuhan perhotelan melambat karena harus bersaing dengan kos-kosan harian yang harganya relatif lebih murah.

Saat ini, banyak dari kos-kosan harian yang nyatanya tidak memiliki izin sehingga merugikan pihak perhotelan yang tentu saja memiliki izin usaha. Banyaknya rumah atau kos-kosan harian yang dijadikan sebagai tempat penginapan harian memang membuat wisatawan mendapatkan alternatif penginapan yang jauh lebih murah, pihak bisnis perhotelan sendiri memang harus mencari solusi jika tak ingin ditinggal oleh pelanggannya.

Mencari sumber income lain

Dengan semakin menjamurnya kos-kosan yang digunakan untuk tempat penginapan harian, ini membuat bisnis perhotelan harus mencari pendapatan dari sektor lain. Salah satu sektor yang dioptimalkan oleh bisnis perhotelan adalah business trip.

Meskipun industri hotel masih mendapatkan hasil positif, bukan tidak mungkin kos-kosan atau tempat tinggal yang dijadikan hunian harian bisa mengancam pendapatan hotel kedepannya. Untuk permasalahan itu, pemerintah tampaknya akan mengambil langkah untuk mengamankan berbagai rumah atau kos-kosan yang dijadikan tempat hunian harian yang tentu saja tidak memiliki izin resmi.

Tingkat pariwisata di Indonesia sendiri memang mengalami kenaikan, hal ini juga bisa dilihat dari semakin banyaknya masyarakat yang sangat antusias dan menjadi berlibur menjadi agenda rutin setidaknya dilakukan satu tahun sekali. Pertumbuhan ini seharusnya menjadi kabar menggembirakan bagi pihak industri perhotelan, sayangnya – kini mereka mendapat saingan dari bisnis kos-kosan yang disewakan harian dan mengancam industri perhotelan apabila tidak ada langkah tegas atau regulasi dari pemerintah.